SISTEM AKTIF · SEN–SAB 08.00–17.00 WIB Instagram LinkedIn

Sif Malam di Lamongan

Ledakan di pabrik bata ringan Lamongan pada 17 September 2026 menewaskan lima pekerja. Penyelidikan masih berjalan, dan pabrik lain bisa mulai belajar sekarang.

Oleh M. Reza Huzain, SKM, MKKK 8 menit baca

Ilustrasi isometrik pabrik bata ringan AAC yang rapi, dengan tim memeriksa autoklaf dan pengukur tekanan di pagi hari.
Daftar isi
  1. Kronologi yang Dilaporkan
  2. Apa Kata Aturan
  3. Membaca dengan Kacamata Sistem
  4. Kembali ke Sif Malam
  5. Peran Nusa Safety
  6. Sebelum Fajar Datang

Bayangkan Anda kepala regu sif malam di sebuah pabrik bata ringan di pesisir utara Jawa Timur, dan jarum jam dinding baru saja melewati tengah malam. Adonan abu-abu sedang mengembang pelan di dalam cetakan, uap tipis keluar dari sambungan pipa di dekat autoklaf, dan beberapa operator berjalan di antara troli sambil menahan kantuk yang biasa datang pada jam itu. Malam seperti ini terasa biasa bagi Anda, karena pekerjaan yang sama sudah berjalan ratusan kali tanpa gangguan.

Pada Kamis dini hari, 17 September 2026, sekitar pukul 00.30 WIB, malam yang serupa berhenti di sebuah pabrik bata ringan di Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan. Ledakan yang disusul api terjadi di area produksi PT Superior Prima Sukses, produsen bata ringan bermerek Blesscon, saat regu sif malam sedang bekerja. Tujuh pekerja terdampak, dan media nasional memberitakan bahwa lima di antaranya meninggal dalam beberapa hari berikutnya.

Kami menyampaikan duka untuk keluarga para pekerja dan untuk rekan mereka yang harus kembali ke lantai pabrik yang sama. Tulisan ini tidak menebak penyebab ledakan karena penyelidikan resminya masih berjalan, dan tidak mencari siapa yang patut disalahkan. Pertanyaannya lebih dekat ke meja Anda sendiri, yaitu apa yang bisa diperiksa organisasi lain mulai minggu ini.

Kronologi yang Dilaporkan

Laporan awal Polres Lamongan, seperti diberitakan detikJatim dan iNews, menyebut satu pekerja meninggal di lokasi dan enam lainnya mengalami luka bakar. Tirto dan TIMES Indonesia memberitakan bahwa sebuah tabung pada peralatan produksi meledak di area yang disebut ruang pengendapan, lalu api dan panas menyebar ke sekitarnya. Menurut sejumlah media, korban luka dibawa ke rumah sakit, dan sebagian dirujuk ke rumah sakit di Surabaya.

Pada 18 September, Polres Lamongan menyebut korban meninggal bertambah menjadi empat orang, sementara tiga pekerja masih dirawat, seperti diberitakan ANTARA dan Kompas.com. Lima hari kemudian, Kompas.com memberitakan korban meninggal bertambah lagi menjadi lima orang dari tujuh pekerja sif malam yang terdampak. Beberapa media lokal sempat menulis angka yang berbeda, sehingga tulisan ini memakai angka kepolisian yang dikutip media nasional.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lamongan, AKP Adimas Firmansyah, menyatakan penyebab ledakan belum dapat dipastikan, seperti dikutip Kompas.com. Polisi melakukan olah tempat kejadian, melibatkan Bidang Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur, dan sudah memeriksa 16 saksi, menurut ANTARA. Sekitar sepuluh hari setelah kejadian, Duta.co memberitakan bahwa polisi belum menetapkan tersangka.

Pengawas ketenagakerjaan dari Disnakertrans Jawa Timur ikut memeriksa aspek K3 di pabrik itu. Kepada TIMES Indonesia, pengawas Nurainiyah Silvia Indriani menyatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan ada tidaknya pelanggaran prosedur atau kelalaian teknis sebelum pemeriksaan selesai. Kepala Disnaker Lamongan, M. Zamroni, menyebut pemeriksaan awal menemukan perusahaan sudah memiliki standar operasional prosedur, menurut media yang sama.

Manajer HRD perusahaan menyampaikan duka dan menyatakan perusahaan mendampingi korban serta keluarganya, sambil menyerahkan penyelidikan kepada kepolisian, seperti diberitakan beritajatim.com. BPJS Ketenagakerjaan bersama perusahaan sudah menyalurkan santunan, karena seluruh korban tercatat sebagai peserta aktif. Sampai artikel ini ditulis, enam pekan setelah kejadian, kami belum menemukan pengumuman resmi tentang hasil akhir penyelidikan dari kepolisian maupun Disnakertrans Jawa Timur.

Apa Kata Aturan

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja menaruh kewajiban keselamatan pada pengurus tempat kerja, termasuk kewajiban melaporkan kecelakaan yang terjadi. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 mewajibkan SMK3 bagi perusahaan dengan paling sedikit 100 pekerja atau dengan tingkat potensi bahaya tinggi. Permenaker Nomor 37 Tahun 2016 mengatur K3 bejana tekanan dan tangki timbun, termasuk pemeriksaan dan pengujian berkala yang dikenal sebagai riksa uji, serta kompetensi operatornya. Kepmenaker Nomor KEP.187/MEN/1999 mengatur pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja.

Seorang inspektur memeriksa pengukur tekanan pada autoklaf baja di pabrik blok beton ringan yang tertata rapi.
Pemeriksaan tekanan berkala menjaga autoklaf tetap terkendali.

Pabrik bata ringan jenis AAC, singkatan dari autoclaved aerated concrete atau beton ringan yang dimatangkan dengan uap bertekanan, menyentuh hampir semua aturan itu sekaligus. Narayanan dan Ramamurthy (2000) menjelaskan bahwa adonan pasir, semen, dan kapur diberi serbuk aluminium yang bereaksi dan melepaskan gas hidrogen, sehingga adonan mengembang dan berpori. Balok yang sudah cukup keras lalu dimatangkan di autoklaf, yaitu bejana panjang yang diisi uap bertekanan tinggi selama berjam-jam.

Gambaran proses ini tidak menjelaskan apa yang terjadi di Lamongan, dan tulisan ini tidak mengaitkannya dengan penyebab ledakan tersebut. Gambaran ini hanya menunjukkan bahwa satu lantai produksi AAC menyimpan beberapa jenis energi berbahaya sekaligus, yang masing-masing butuh pengendalian dan pemeriksaan sendiri.

Membaca dengan Kacamata Sistem

Reason (1997) menyebut kondisi laten sebagai lubang dalam pertahanan organisasi yang tercipta dari keputusan desain, perawatan, dan penjadwalan jauh sebelum kejadian. Leveson (2011) melihat kecelakaan sebagai masalah kendali, yaitu saat batasan keselamatan tidak lagi dijaga oleh lapisan pengendali di atasnya, yang mencakup supervisor, manajemen, dan regulator. Kedua cara pandang ini mengajak penyelidik bertanya tentang sistem, ketimbang berhenti pada tindakan terakhir seorang operator.

Penyelidikan polisi dan penyelidikan pembelajaran bekerja seperti juru taksir asuransi dan montir yang memeriksa mobil yang sama setelah tabrakan. Juru taksir mencari siapa yang menanggung kerugian, sedangkan montir mencari baut mana yang perlu diganti supaya mobil lain tidak bernasib sama. Organisasi Anda tidak perlu menunggu hasil kerja juru taksir di Lamongan untuk mulai bekerja seperti montir di pabrik sendiri.

Orang di Zona Bahaya

Fakta yang sudah dilaporkan menunjukkan tujuh pekerja berada dalam jangkauan satu pelepasan energi pada saat yang sama. Dewan Keselamatan Kimia Amerika Serikat atau CSB (2007) mencatat bahwa 15 pekerja yang meninggal dalam ledakan kilang BP Texas City tahun 2005 berada di dalam atau di dekat trailer kantor sementara yang ditempatkan dekat unit proses. Sejak itu, pertanyaan tentang berapa orang yang benar-benar perlu berada di zona bahaya, dan pada jam berapa, menjadi bagian tetap kajian penempatan fasilitas.

Dokumen dan Pekerjaan Nyata

Temuan awal Disnaker Lamongan bahwa SOP sudah tersedia menjawab satu pertanyaan penting, yaitu dokumennya memang ada. Penyelidik sistem biasanya melanjutkan dengan pertanyaan lain, misalnya apakah prosedur itu memuat kondisi tidak normal, siapa yang memeriksa peralatan bertekanan, dan bagaimana perubahan bahan atau setelan mesin dikelola. Jawaban untuk Lamongan menunggu penyelidik resmi, sementara pertanyaan yang sama bisa Anda ajukan malam ini kepada tim sendiri.

Respons di Jam Sepi

Ledakan terjadi sekitar pukul setengah satu dini hari, saat jumlah orang di pabrik dan di kantor pendukung biasanya paling sedikit. Untuk luka bakar, menit-menit pertama di lokasi dan selama perjalanan ke rumah sakit ikut menentukan peluang pemulihan korban. WHO (2023) menekankan pertolongan pertama luka bakar berupa pendinginan dengan air mengalir yang sejuk, lalu penanganan medis secepatnya.

Kembali ke Sif Malam

Kembali kepada Anda, kepala regu yang tadi berjalan di antara troli pada tengah malam. Langkah berikut tidak perlu menunggu hasil Labfor di Lamongan, dan sebagian besar bisa dimulai dengan rapat singkat serta satu kali keliling pabrik.

  • Petakan setiap sumber energi berbahaya di lantai produksi, termasuk uap bertekanan, panas, dan bahan reaktif, lalu tulis pengendalinya di samping masing-masing.
  • Periksa apakah setiap bejana tekanan, termasuk autoklaf dan tabung pendukungnya, punya riksa uji yang masih berlaku dari pihak yang berwenang.
  • Hitung berapa pekerja yang berada di sekitar peralatan berbahaya pada setiap sif, lalu pindahkan pekerjaan yang tidak perlu dilakukan di zona itu.
  • Simpan dan tangani bahan reaktif sesuai lembar data keselamatannya, dengan wadah, ventilasi, dan jarak dari sumber penyulutan yang jelas di lapangan.
  • Uji prosedur kerja pada kondisi tidak normal, misalnya mesin macet, tekanan naik, atau bahan baku berganti, karena di situlah prosedur sering tidak berkata apa-apa.
  • Latih regu sif malam memberikan pertolongan pertama luka bakar dan menjalankan evakuasi, lengkap dengan rute rujukan ke rumah sakit yang mampu merawat luka bakar berat.
  • Bagikan pelajaran dari insiden industri lain di toolbox meeting, yaitu rapat singkat sebelum kerja, tanpa menyebut nama korban dan tanpa mencari kambing hitam.

Drupsteen dan Guldenmund (2014) mengingatkan bahwa organisasi sering berhenti pada laporan dan daftar tindakan, padahal pembelajaran baru terjadi ketika cara kerja benar-benar berubah. Ujiannya cukup sederhana, yaitu tanyakan apa yang berbeda di lantai produksi Anda sebulan setelah membaca berita tentang Lamongan.

Peran Nusa Safety

Studi HAZID membantu tim memetakan sumber energi dan skenario bahaya di lini produksi, dan studi HAZOP dan LOPA menguji lapisan pelindung pada bagian proses yang bertekanan. Tinjauan Manajemen Keselamatan Proses melihat bagaimana integritas aset, pengelolaan perubahan, dan prosedur saling terhubung di lapangan. Untuk peralatan bertekanan, riksa uji dan pelatihan operator ketel uap dan bejana tekanan diselenggarakan bersama mitra PJK3 berizin.

Seorang supervisor memegang tablet bersama tim di dekat autoklaf, dengan titik kumpul dan kotak P3K di latar belakang.
Pemeriksaan terencana dan peran yang jelas menjaga seluruh tim tetap aman.

Pelatihan kesiapsiagaan dan simulasi darurat serta sertifikasi petugas P3K menyiapkan regu sif malam untuk menit-menit pertama setelah kejadian. Pelatihan Investigasi Insiden dan RCA membekali tim menyelidiki kejadian dengan sudut pandang sistem, tanpa berhenti pada kesalahan individu.

APEX Risk menghimpun HAZID, HAZOP, dan register tindakan perbaikan dalam satu tempat, sedangkan PSM Simulator melatih operator merespons kondisi proses yang tidak normal. Hazard Report menampung laporan bahaya dari pekerja lewat ponsel, termasuk dari regu sif malam yang jarang bertemu manajemen. Nusa Safety tidak menerbitkan sertifikat dan tidak memegang izin PJK3, sehingga semua program bersertifikat diselenggarakan bersama mitra PJK3 berizin, dan Anda bisa menghubungi kami untuk membicarakan kebutuhan pabrik tertentu.

Sebelum Fajar Datang

Penyelidikan di Lamongan masih berjalan, dan publik belum tahu apa yang sebenarnya memicu ledakan di ruang pengendapan itu. Lima keluarga sudah kehilangan orang yang mereka cintai, dan jawaban resmi kelak penting bagi mereka serta bagi seluruh industri bata ringan.

Di pabrik Anda sendiri, sif malam berikutnya akan dimulai beberapa jam lagi dengan adonan, uap, dan troli yang sama. Sebelum fajar, Anda bisa berdiri di depan autoklaf bersama regu, menghitung siapa saja yang benar-benar perlu berada di sana, dan menanyakan apa yang akan mereka lakukan saat tekanan tiba-tiba naik.

Artikel ini adalah informasi umum dan bukan nasihat hukum, jadi silakan berkonsultasi dengan advokat untuk pertanyaan tentang penerapan peraturan tertentu di organisasi Anda.

Daftar Pustaka

  1. ANTARA Jawa Timur. (2026, September). Polres Lamongan sebut korban tewas kebakaran pabrik jadi empat orang. ANTARA News. https://jatim.antaranews.com/berita/1099848/polres-lamongan-sebut-korban-tewas-kebakaran-pabrik-jadi-empat-orang
  2. ANTARA Jawa Timur. (2026, September). Polisi periksa 16 saksi terkait ledakan pabrik bata ringan Lamongan. ANTARA News. https://jatim.antaranews.com/berita/1100912/polisi-periksa-16-saksi-terkait-ledakan-pabrik-bata-ringan-lamongan
  3. beritajatim.com. (2026, September). Korban jiwa ledakan pabrik Blesscon Lamongan kini jadi empat orang, ini langkah manajemen. https://beritajatim.com/korban-jiwa-ledakan-pabrik-blesscon-lamongan-kini-jadi-empat-orang-ini-langkah-manajemen
  4. beritajatim.com. (2026, September). BPJS Ketenagakerjaan dan perusahaan salurkan santunan korban ledakan pabrik Blesscon Lamongan. https://beritajatim.com/bpjs-ketenagakerjaan-dan-perusahaan-salurkan-santunan-korban-ledakan-pabrik-blesscon-lamongan
  5. detikJatim. (2026, September). Korban meninggal pabrik bata ringan di Lamongan jadi 4 orang. detik.com. https://www.detik.com/jatim/berita/d-8668208/korban-meninggal-pabrik-bata-ringan-di-lamongan-jadi-4-orang
  6. Drupsteen, L., & Guldenmund, F. W. (2014). What is learning? A review of the safety literature to define learning from incidents, accidents and disasters. Journal of Contingencies and Crisis Management, 22(2), 81-96.
  7. Duta.co. (2026, September). 10 hari ledakan maut pabrik Blesscon Lamongan, polisi belum tetapkan tersangka. https://duta.co/10-hari-ledakan-maut-pabrik-blesscon-lamongan-polisi-belum-tetapkan-tersangka
  8. iNews Jatim. (2026, September). Ledakan pabrik bata ringan di Lamongan, 1 pekerja tewas dan 6 luka bakar. iNews.id. https://jatim.inews.id/amp/berita/ledakan-pabrik-bata-ringan-di-lamongan-1-pekerja-tewas-dan-6-luka-bakar
  9. Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor KEP.187/MEN/1999 tentang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya di Tempat Kerja.
  10. Kompas.com. (2026, 18 September). Selidiki ledakan pabrik bata ringan Lamongan yang tewaskan 4 pekerja, polisi libatkan Bidlabfor. https://surabaya.kompas.com/read/2026/09/18/172307178/selidiki-ledakan-pabrik-bata-ringan-lamongan-yang-tewaskan-4-pekerja-polisi
  11. Kompas.com. (2026, 23 September). Korban tewas ledakan pabrik bata ringan di Lamongan bertambah jadi 5 orang, 16 saksi diperiksa. https://surabaya.kompas.com/read/2026/09/23/061354478/korban-tewas-ledakan-pabrik-bata-ringan-di-lamongan-bertambah-jadi-5-orang
  12. Leveson, N. G. (2011). Engineering a safer world: Systems thinking applied to safety. MIT Press.
  13. Narayanan, N., & Ramamurthy, K. (2000). Structure and properties of aerated concrete: A review. Cement and Concrete Composites, 22(5), 321-329.
  14. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 37 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Bejana Tekanan dan Tangki Timbun.
  15. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
  16. Reason, J. (1997). Managing the risks of organizational accidents. Ashgate.
  17. TIMES Indonesia. (2026, September). Tragedi pabrik Blesscon Lamongan: Menguak misteri ledakan perenggut 4 nyawa. https://timesindonesia.co.id/peristiwa-daerah/609242/tragedi-pabrik-blesscon-lamongan-menguak-misteri-ledakan-perenggut-4-nyawa
  18. Tirto.id. (2026, September). Kronologi ledakan di pabrik Blesscon Lamongan: 4 orang tewas. https://tirto.id/kronologi-ledakan-di-pabrik-blesscon-lamongan-4-orang-tewas-hC2Y
  19. U.S. Chemical Safety and Hazard Investigation Board. (2007). Investigation report: Refinery explosion and fire, BP Texas City, Texas, March 23, 2005 (Report No. 2005-04-I-TX). https://www.csb.gov/bp-america-refinery-explosion/
  20. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
  21. World Health Organization. (2023). Burns [Fact sheet]. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/burns

AMBIL LANGKAH BERIKUTNYA

Diskusikan Topik Ini Bersama Kami

CTA // KAPAN PUN ANDA SIAP

Naikkan Standar Keselamatan di Tempat Kerja Anda.

Konsultasi pertama tidak dipungut biaya. Ceritakan persoalan Anda, dan tim kami akan menjawab dengan langkah yang jelas, bukan jargon.