Pukul setengah tujuh pagi pada hari Kamis, seorang analis pengendalian mutu di pabrik air minum dalam kemasan skala kecil di Jawa Timur mencelupkan elektroda pH meter ke botol larutan buffer. Layar seharusnya berhenti di angka 7,00, tetapi angkanya merayap naik ke 7,12 dan bertahan di sana, sementara lini pengisian di balik dinding kaca sudah mulai berdengung. Ia harus mengambil keputusan sebelum gelas pertama hari itu keluar dari mesin sealer, dan tidak ada atasan yang berdiri di belakangnya untuk memutuskan.
Pabriknya adalah satu dari ratusan pabrik yang sepanjang tahun ini bersiap menghadapi tanggal yang sama, yaitu 18 Oktober 2026, saat masa penyesuaian SNI wajib air minum dalam kemasan berakhir. Sertifikat yang tergantung di dinding kantor kini harus sesuai dengan aturan yang lebih baru, dan audit surveilans berikutnya akan melihat bagaimana lininya benar-benar berjalan. Angka pH di tangannya tampak remeh, padahal angka itu berada di hulu semua angka yang nanti dibaca auditor.
pH meter yang bergeser bekerja seperti meteran jahit yang sudah melar terkena panas, karena setiap ukurannya tampak rapi dan konsisten padahal sedikit meleset. Grafik yang digambar dari pembacaan itu tetap tenang, catatan tetap lengkap, dan kesalahannya mengalir diam-diam ke setiap laporan batch yang ditandatangani pekan itu.
Sepekan Setelah Tenggat
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian memungkinkan pemerintah memberlakukan Standar Nasional Indonesia (SNI) secara wajib, antara lain dengan alasan keselamatan, kesehatan, dan pelestarian lingkungan. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memakai jalur itu untuk air minum dalam kemasan (AMDK) lewat Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 62 Tahun 2024.
Menurut pemberitaan media, peraturan itu diundangkan pada 18 Oktober 2024 dan berlaku efektif pada 18 April 2025 setelah masa transisi enam bulan. Cakupannya lima kategori produk, yaitu air mineral (SNI 3553:2023), air demineral (SNI 6241:2023), air mineral alami (SNI 6242:2023), air minum embun (SNI 7812:2021), dan air minum pH tinggi (SNI 8982:2021). Produsen yang memegang SPPT SNI, yaitu sertifikat produk penggunaan tanda SNI, berdasarkan aturan lama diberi waktu 18 bulan untuk menyesuaikannya, dan waktu itu habis pada 18 Oktober 2026.
Lembaga sertifikasi produk atau LSPro menerbitkan SPPT SNI setelah menilai proses produksi dan menguji contoh produk, lalu menjaga keberlakuannya lewat surveilans berkala. Karena itu, auditor akan mencari bukti bahwa pabrik mengendalikan prosesnya setiap hari, sesuatu yang tidak bisa ditunjukkan oleh satu laporan laboratorium yang bagus.
Siapa yang Terdampak
Industri ini jauh lebih besar dan lebih tersebar daripada yang dibayangkan banyak orang saat meraih segelas air di ruang rapat. Dalam acara AMDATARA di Surabaya pada September 2026, Ketua Umum asosiasi produsen AMDK itu, Karyanto Wibowo, menyebut pihaknya mencatat 707 perusahaan AMDK di seluruh Indonesia dengan kapasitas produksi 47 miliar liter per tahun, seperti diberitakan ANTARA. Sebanyak 208 perusahaan di antaranya berada di Jawa Timur, dan Jatim Times memberitakan bahwa sekitar 87 persen industri AMDK di provinsi itu adalah industri kecil dan menengah.
Suara dari Jakarta
Pada Juni 2026, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meminta pelaku industri AMDK segera menyesuaikan diri dengan membenahi teknologi produksi, sistem pengendalian mutu, dan kepatuhan terhadap aturan standardisasi, seperti diberitakan ANTARA dan Kompas. Kementerian menjanjikan pendampingan teknis, optimalisasi Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), dan kerja sama yang lebih erat dengan asosiasi industri di daerah.
Pada akhir Agustus, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Emmy Suryandari, menyatakan seluruh unit pelaksana teknis di daerah siap membantu perusahaan memahami aturan, proses sertifikasi, dan pelaporan lewat SIINas, menurut Koran Jakarta. Balai di Ambon, misalnya, membuka layanan konsultasi, pengujian laboratorium, pendampingan, dan sertifikasi bagi produsen AMDK di Maluku.
Kalangan industri menyambut SNI wajib sambil menunjuk hambatan praktis yang dirasakan tim QC setiap hari. Kepada Bisnis.com pada Juni, Karyanto menyebut akses ke lembaga sertifikasi dan laboratorium pengujian belum merata, dan banyak perusahaan masih perlu menyiapkan orang untuk menghadapi audit. Pada September, ia mengatakan kepada Kontan bahwa tantangan terbesar ada pada sisi administratif dan teknis, terutama bagi perusahaan dengan banyak fasilitas, karena barcode SNI dikaitkan dengan lokasi produksi padahal satu merek bisa diisi di beberapa pabrik dengan kemasan yang sama.
Saat berkunjung ke Surabaya pada 10 September 2026, Wakil Ketua Komisi VII DPR Chusnunia Chalim menyebut industri menengah kesulitan memperoleh sertifikat SNI karena laboratorium uji letaknya jauh, sehingga waktu dan biayanya bertambah, seperti diberitakan ANTARA Jawa Timur.
Temuan dari BPOM
Tekanan pada pengendalian mutu juga datang dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang mengawasi keamanan produk yang sama. Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR pada 22 Juni 2026, Kepala BPOM Taruna Ikrar memaparkan bahwa sekitar 39 persen sarana produksi AMDK yang diperiksa pada 2025 belum sepenuhnya memenuhi ketentuan, terutama dalam hal higiene, sanitasi, dan pengendalian mutu. BPOM juga mencatat sekitar 35 persen sampel produk tidak memenuhi standar uji, dan Taruna menyoroti bromat sebagai parameter prioritas karena paparan jangka panjangnya berisiko memicu kanker. Bisnis.com memberitakan bahwa BPOM menargetkan porsi sarana yang tidak memenuhi ketentuan turun di bawah 10 persen.
Bromat memperlihatkan bagaimana hasil laboratorium bisa ditelusuri balik ke sebuah setelan di lantai produksi. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO (2022) menjelaskan bahwa bromat terutama terbentuk ketika air yang mengandung bromida didisinfeksi dengan ozon, sehingga operator yang memeriksa dosis ozon setiap sif sebenarnya sedang mengendalikan parameter kesehatan.
Dua Riset Dalam Negeri
Peneliti Indonesia sudah lama mengukur proses produksi AMDK, dan dua riset terbaru berbicara langsung kepada analis di meja laboratorium tadi. Kurnia, Fatah, dan Anggraini (2026) meneliti produksi AMDK gelas 200 ml di sebuah produsen dan menemukan bahwa gelas bocor menyumbang 96 persen dari seluruh cacat. Analisis kapabilitas mereka menghasilkan nilai Cp 1,25 dan Cpk 0,67, sedangkan eksperimen Taguchi menunjukkan suhu sealer pertama sebagai faktor yang paling berpengaruh.

Cp membandingkan lebar batas spesifikasi dengan sebaran alami proses, sedangkan Cpk juga menanyakan apakah proses berada di tengah jendela spesifikasi itu (Montgomery, 2019). Cp 1,25 dengan Cpk 0,67 ibarat truk di jalan yang cukup lebar, tetapi sopirnya melaju terlalu ke pinggir sampai kaca spionnya terus menyerempet trotoar.
Sari, Harsyiah, dan Baskara (2025) menerapkan diagram kendali multivariat MCUSUM dan MEWMA pada data mutu dari produsen AMDK lain. Mereka menyimpulkan bahwa proses produksinya tidak terkendali secara statistik, dan pH menjadi variabel yang paling banyak menyumbang sinyal di luar kendali. Itu adalah angka yang sama dengan yang mulai bergeser di pH meter sang analis pada menit-menit awal sif pagi ini.
Kembali ke Meja Lab
Analis dengan pH meter yang bergeser itu tidak perlu menunggu aturan baru untuk tahu langkah berikutnya, dan sebagian besar langkah di bawah ini lebih menuntut disiplin daripada biaya.
Percayai Alat Ukur Dulu
- Verifikasi pH meter, konduktometer, alat ukur ozon, dan termometer sealer di awal setiap sif memakai buffer atau acuan yang nilainya sudah diketahui.
- Kirim alat ukur untuk kalibrasi berkala ke laboratorium yang terakreditasi ISO/IEC 17025 oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), lalu simpan sertifikatnya bersama catatan peralatan.
- Tuliskan apa yang harus dilakukan tim ketika hasil verifikasi gagal, termasuk batch mana saja sejak pemeriksaan terakhir yang baik yang perlu ditahan dan ditinjau.
Peta Kendali Harian
Plotkan beberapa parameter kritis, misalnya pH, dosis ozon, suhu sealer, volume isi, dan hasil uji bocor, pada peta kendali di setiap sif. Peta kendali baru layak menempel di dinding ketika tim sudah menyepakati rencana reaksi untuk setiap jenis sinyal sejak awal. Pergeseran kecil yang terjadi pelan-pelan justru lebih cepat tertangkap oleh diagram CUSUM, termasuk MCUSUM yang dipakai Sari dan rekan, ketimbang oleh rata-rata harian.
Tengahkan Proses Sealer
Nilai Cpk yang jauh di bawah Cp berarti sebaran prosesnya sudah memadai, tetapi bidikannya meleset dari titik tengah. Bersama tim perawatan, cari kombinasi suhu, waktu tahan, dan tekanan sealer yang berada di tengah rentang yang baik, lalu kunci setelan itu dalam instruksi kerja. Hitung ulang kapabilitas dengan data baru setiap kali ada perubahan, supaya tim bisa melihat apakah truk tadi sudah kembali ke tengah jalan.
Tutup Lingkaran CAPA
Tindakan perbaikan dan pencegahan atau CAPA sering berhenti pada pengerjaan ulang batch dan pelatihan ulang operator. Tanyakan mengapa pergeseran terjadi, mengapa pemeriksaan tidak menangkapnya lebih cepat, dan mengapa temuan serupa muncul kuartal lalu, lalu catat jawabannya. Tutup setiap CAPA hanya setelah data beberapa pekan berikutnya menunjukkan masalahnya benar-benar tidak kembali.
Satu Batch, Satu Jejak
Pastikan setiap kode batch menunjuk ke satu lokasi, satu lini, satu sif, dan catatan QC di belakangnya, yang sekaligus menjawab kekhawatiran AMDATARA soal barcode untuk perusahaan dengan banyak pabrik. Lakukan simulasi penarikan produk dua kali setahun dan catat berapa lama tim menemukan semua karton dari satu batch. Simpan sampel retensi cukup lama untuk menjawab pertanyaan BPOM atau auditor beberapa bulan kemudian.
Peran Nusa Safety
Asesmen Kesenjangan ISO dan Audit Internal dapat menjadi gladi audit surveilans dengan menelusuri satu batch jadi melewati catatan kalibrasi, peta kendali, dan berkas CAPA. Sistem Manajemen ISO Terintegrasi menyatukan persyaratan mutu, K3, dan lingkungan dalam satu sistem yang benar-benar dijalankan. Penyusunan Pedoman Teknis dan SOP mengubah setelan sealer, pemeriksaan ozon, dan rencana reaksi menjadi instruksi kerja yang mudah diikuti operator.
Untuk CAPA, pelatihan Investigasi Insiden dan RCA membekali tim menggali akar masalah dengan metode yang sama ampuhnya untuk penyimpangan mutu. Digitalisasi HSE dapat memindahkan daftar periksa dan log kalibrasi dari kertas ke tablet, lengkap dengan dasbor yang menandai pemeriksaan terlambat sebelum auditor menemukannya. Nusa Safety tidak menerbitkan sertifikat apa pun, termasuk SPPT SNI, dan tidak memegang izin PJK3, sehingga program pelatihan bersertifikat diselenggarakan bersama mitra PJK3 berizin. Untuk membicarakan kebutuhan pabrik atau lini tertentu, silakan hubungi kami kapan saja.
Pagi Berikutnya di Lab
Tenggat sudah lewat, dan BPOM sudah menyatakan secara terbuka bahwa jumlah sarana yang gagal pemeriksaan harus jauh berkurang. Tidak ada satu pun lembaga itu yang akan berdiri di samping sang analis pukul setengah tujuh pagi, sehingga kebiasaan harian tim QC-lah yang menanggung sebagian besar bebannya.

Di laboratorium, ia menyisihkan elektroda yang bergeser, mengkalibrasi ulang pH meter dengan buffer baru, dan mencatat kegagalan verifikasi itu lengkap dengan jamnya. Ia meminta kepala sif menahan palet pertama sampai pembacaan kedua memastikan nilai pH, lalu membuka catatan CAPA singkat untuk elektroda tersebut. Gelas-gelas air terus bergerak melewati sealer, dan kali ini setiap angka yang ditulis di sampingnya bisa dipercaya.
Artikel ini adalah informasi umum dan bukan nasihat hukum, jadi silakan berkonsultasi dengan advokat untuk pertanyaan tentang penerapan peraturan tertentu di organisasi Anda.
Daftar Pustaka
- ANTARA. (2026, June). Kemenperin pacu kesiapan industri AMDK penuhi SNI wajib. ANTARA News. https://www.antaranews.com/berita/5611641/kemenperin-pacu-kesiapan-industri-amdk-penuhi-sni-wajib
- ANTARA Jawa Timur. (2026, September). AMDATARA: Jatim tentukan arah industri AMDK. ANTARA News. https://jatim.antaranews.com/berita/1099523/amdatara-jatim-tentukan-arah-industri-amdk
- ANTARA Jawa Timur. (2026, September). DPR dorong kemudahan sertifikasi SNI industri UMKM. ANTARA News. https://jatim.antaranews.com/berita/1097559/dpr-dorong-kemudahan-sertifikasi-sni-industri-umkm
- Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2026, June). BPOM dan BPKN bahas pengawasan AMDK dalam RDP bersama Komisi VII DPR. https://www.pom.go.id/berita/bpom-dan-bpkn-bahas-pengawasan-amdk-dalam-rdp-bersama-komisi-vii-dpr
- Badan Standardisasi Nasional. (2023). SNI 3553:2023 Air mineral. BSN.
- Bisnis.com. (2026, June 19). Menakar kesiapan industri air minum dalam kemasan jelang wajib SNI. https://ekonomi.bisnis.com/read/20260619/257/1981819/menakar-kesiapan-industri-air-minum-dalam-kemasan-jelang-wajib-sni
- Bisnis.com. (2026, June 22). BPOM sebut 39% sarana produksi AMDK tak memenuhi syarat. https://ekonomi.bisnis.com/read/20260622/12/1982476/bpom-sebut-39-sarana-produksi-amdk-tak-memenuhi-syarat
- International Organization for Standardization. (2017). ISO/IEC 17025:2017 General requirements for the competence of testing and calibration laboratories. ISO.
- Jatim Times. (2026, September 16). Dilantik Wagub Emil, AMDATARA Jatim hadapi wajib SNI dan tuntutan industri hijau. https://jatimtimes.com/baca/3331350422/20260916/082100/dilantik-wagub-emil-amdatara-jatim-hadapi-wajib-sni-dan-tuntutan-industri-hijau
- Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 62 Tahun 2024 [Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia air minum dalam kemasan secara wajib].
- Kompas.com. (2026, June 17). Air minum kemasan wajib SNI mulai Oktober 2026. https://money.kompas.com/read/2026/06/17/200814626/air-minum-kemasan-wajib-sni-mulai-oktober-2026
- Kontan. (2026, September 3). Industri AMDK soroti tantangan untuk penuhi ketentuan SNI wajib. https://industri.kontan.co.id/news/industri-amdk-soroti-tantangan-untuk-penuhi-ketentuan-sni-wajib
- Koran Jakarta. (2026, August 26). SNI wajib AMDK berlaku, Kemenperin fasilitasi sertifikasi di Maluku. https://koran-jakarta.com/2026-08-26/sni-wajib-amdk-berlaku-kemenperin-fasilitasi-sertifikasi-di-maluku
- Kurnia, A. G., Fatah, K. M. A., & Anggraini, M. (2026). Analisis pengendalian kualitas produksi air minum dalam kemasan 200 ml (AMDK) cup menggunakan metode statistical quality control dan Taguchi. Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains, 10(2). https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/teknologi/article/view/27578
- Montgomery, D. C. (2019). Introduction to statistical quality control (8th ed.). Wiley.
- Sari, K. M. K., Harsyiah, L., & Baskara, Z. W. (2025). Pengendalian kualitas produksi air minum dalam kemasan (AMDK) menggunakan diagram kendali MCUSUM dan MEWMA. Semeton Mathematics Journal, 2(2), 110-118. https://doi.org/10.29303/semeton.v2i2.324
- Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian.
- World Health Organization. (2022). Guidelines for drinking-water quality (4th ed., incorporating the first and second addenda). WHO.