Pukul tujuh kurang sepuluh pagi, seorang kepala regu di pabrik pengemasan makanan ringan berdiri di depan papan tulis dan menuliskan hasil produksi kemarin di samping angka target. Dua angka itu jarang sekali bertemu sepanjang bulan ini, dan manajer produksi sudah melempar gagasan lembur hari Sabtu. Para operator di regunya mendengarkan sambil memegang gelas kopi, karena percakapan seperti ini sudah sering sekali mereka dengar.
Coba amati lini itu selama satu jam setelah briefing pagi, dan Anda akan melihat gambaran yang berbeda. Seorang operator membungkuk ke lantai hampir setiap menit untuk mengambil karton lipat dari palet yang rendah. Mesin sealer berhenti beberapa detik setiap kali film pembungkusnya macet, lalu seseorang merogoh ke dalam mesin dengan tangan untuk membebaskannya. Seorang operator baru menunggu di samping mesin pengisi, karena belum ada yang mengajarinya mengganti produk atau changeover sendirian.
Setiap momen itu tampak terlalu kecil untuk dipersoalkan bila dilihat satu per satu. Dijumlahkan sepanjang sif, semuanya bekerja seperti rem tangan truk yang lupa diturunkan, sehingga menginjak gas lebih dalam lewat lembur hanya membakar solar dan menguras tenaga sopirnya. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyuarakan argumen serupa sepanjang tahun ini, dan sejak September mengujinya langsung di 20 perusahaan.
Rem Tangan Tersembunyi
Taiichi Ohno (1988), tokoh di balik Toyota Production System, menggambarkan perbaikan sebagai upaya terus-menerus membuang muda, kata Jepang untuk pemborosan. Daftarnya mencakup menunggu, gerakan yang tidak perlu, pemindahan barang, proses berlebih, persediaan berlebih, produksi berlebih, dan cacat produk. Operator yang membungkuk mengambil karton sedang melakukan gerakan yang tidak menambah nilai, sedangkan operator baru tadi sedang melakukan pemborosan yang paling gampang dikenali, yaitu menunggu.

Seiichi Nakajima (1988) memberi tim produksi dan tim perawatan satu alat ukur bersama bernama overall equipment effectiveness atau OEE. Angka ini mengalikan ketersediaan, yaitu porsi waktu terencana saat mesin benar-benar berjalan, dengan kinerja terhadap kecepatan idealnya dan porsi produk yang baik. Sebagai gambaran sederhana, mesin yang berjalan 80 persen dari waktu terencana, pada 85 persen kecepatan ideal, dengan 95 persen produk baik, punya OEE sekitar 65 persen. Macet singkat pada sealer jarang masuk catatan kerusakan, padahal diam-diam menggerus angka kinerja setiap jam.
Ergonomi duduk tepat di dalam hitungan ini, walaupun banyak pabrik menyimpannya di laci urusan K3 saja. ILO dan International Ergonomics Association (2010) menerbitkan Ergonomic Checkpoints, kumpulan perbaikan murah seperti menaruh bahan dalam jangkauan yang mudah dan menyetel tinggi kerja setinggi siku. Palet karton yang dinaikkan setinggi pinggang menghapus satu bungkukan yang membebani punggung bawah, sekaligus memangkas beberapa detik dari setiap siklus kerja.
Aturannya Sudah Ada
Regulasi di Indonesia sebenarnya sudah memasukkan kondisi seperti ini ke dalam urusan lingkungan kerja yang wajib dikelola. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 5 Tahun 2018 tentang K3 Lingkungan Kerja mencakup faktor ergonomi bersama faktor fisika, kimia, biologi, dan psikologi, serta meminta pengusaha mengenali dan mengendalikannya. PP Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional menetapkan pelatihan berbasis kompetensi, dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sebagai acuan utamanya.
Gambaran nasional menunjukkan kenapa pemerintah begitu memperhatikan urusan yang satu ini. Saat membuka pekan peningkatan produktivitas pada November 2025, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut produktivitas tenaga kerja Indonesia sekitar 10 persen di bawah rata-rata ASEAN selama enam sampai tujuh tahun terakhir, seperti diberitakan Liputan6.
Kemnaker Masuk Pabrik
Pada akhir Agustus 2026, ANTARA dan RRI memberitakan rencana Kemnaker mendampingi 20 perusahaan di sektor manufaktur, pelayanan kesehatan, dan perhotelan pada September sampai November 2026. Program ini memakai pendekatan yang disebut company-based productivity improvement, sehingga setiap perusahaan mendapat intervensi yang disesuaikan dengan kondisi operasinya. Menurut pemberitaan itu, pelaksananya melibatkan sedikitnya 25 spesialis produktivitas terlatih, 20 instruktur, dan 20 peserta Magang Nasional.
Langkahnya mengikuti siklus perbaikan yang sudah akrab, diawali pengukuran baseline atau kondisi awal dan diagnosis produktivitas. Tim kemudian mencari akar masalah, menyusun rencana peningkatan, menjalankannya, lalu memantau dan mengevaluasi dampaknya. Bidang yang disebut antara lain efisiensi proses kerja, pengurangan pemborosan, tata kelola tempat kerja, dan digitalisasi proses. Yassierli menilai peningkatan kompetensi pekerja saja tidak cukup untuk menaikkan produktivitas perusahaan, karena tata kelola dan proses kerja juga perlu dibenahi secara menyeluruh.
Beberapa pekan kemudian, ia membawa gagasan yang sama ke perbincangan tentang kecerdasan buatan. Dalam sebuah forum sumber daya manusia di Tangerang pada 15 September 2026, seperti diberitakan Pasardana, Yassierli menyebut perusahaan yang memakai AI hanya sebagai asisten operasional rata-rata mendapat kenaikan produktivitas sekitar 5 persen. Menurutnya, kenaikan sekitar 30 sampai 40 persen baru muncul ketika alur kerja dan SOP dirancang ulang, disertai peningkatan keterampilan pekerja. Pada 17 Oktober 2026, ANTARA kembali memberitakan pandangannya bahwa pembangunan ketenagakerjaan perlu berorientasi pada produktivitas, tidak berhenti pada penyelesaian persoalan hubungan industrial.
Riset dalam negeri memberi catatan penting di tengah semangat yang sedang tinggi itu. Ariyanto, Jannah, dan Raharjo (2026) menelaah 19 penelitian tentang ergonomi partisipatif, yaitu cara perbaikan yang melibatkan pekerja dalam merancang solusinya, di Jurnal Promotif Preventif. Mereka menemukan kecenderungan turunnya keluhan muskuloskeletal dan membaiknya postur kerja, sementara bukti dampaknya pada produktivitas lebih terbatas dan beragam. Mutu penerapan, dukungan organisasi, dan seberapa jauh pekerja benar-benar memakai solusinya ikut menjelaskan perbedaan hasil tersebut.
Kembali ke Briefing Pagi
Kepala regu di depan papan tulis tadi tidak perlu menunggu program kementerian datang ke pabriknya. Langkah berikut sejalan dengan logika baseline dan diagnosis yang dipakai Kemnaker, dan juga sejalan dengan Permenaker Nomor 5 Tahun 2018.

Ukur Sebelum Menambah Jam
Catat baseline sederhana selama dua atau tiga minggu sebelum ada yang menandatangani jadwal lembur. OEE pada mesin yang menjadi leher botol, keluaran per jam kerja, dan catatan hentian singkat jauh lebih banyak bercerita daripada total harian di papan tulis. Minta operator menulis alasan setiap hentian di lembar yang ditempel di samping mesin, karena merekalah yang paling tahu jawabannya.
Jangkauan dan Postur
Susuri lini bersama operator sambil membawa daftar periksa ILO tadi, lalu cari setiap bungkukan, puntiran badan, dan jangkauan yang terlalu jauh. Menaikkan palet, mendekatkan wadah, atau menambah seluncuran sederhana sering kali lebih murah daripada satu sif lembur. Pendekatan partisipatif bekerja paling baik ketika pekerja mencoba perubahan itu selama seminggu, lalu menyampaikan apakah perubahan itu benar-benar membantu.
Hentian Kecil, Bahaya Nyata
Sealer yang macet setiap beberapa menit adalah masalah produktivitas sekaligus masalah keselamatan bagi operatornya. Operator yang membebaskan macet dengan merogoh mesin yang masih berjalan sedang mengambil risiko yang justru hendak dicegah prosedur lockout tagout atau LOTO, yaitu penguncian dan penandaan sumber energi. Perbaiki dulu penyebab macetnya, lalu sepakati secara tertulis tugas mana yang wajib dengan isolasi mesin dan tugas mana yang boleh dikerjakan dengan pelindung tetap terpasang.
Kompetensi yang Dilatihkan
Operator baru yang menunggu di mesin pengisi butuh lebih dari satu slide tentang changeover di ruang kelas. Tuliskan langkah changeover sebagai standard work atau cara kerja baku, catat siapa yang sudah mampu di dalam matriks keterampilan, dan beri ruang aman untuk berlatih langkah kritis sebelum orang menghadapinya di lini. Simulator membantu untuk tugas seperti isolasi energi, karena kesalahan pada peralatan yang hidup bisa berakibat sangat mahal.
Satu Papan Bersama
Taruh indikator produktivitas dan kesehatan kerja di papan yang sama, supaya tidak ada pihak yang menang dengan diam-diam merugikan pihak lain. Pantau OEE dan keluaran per jam berdampingan dengan keluhan otot dan tulang, near miss atau kejadian nyaris celaka di mesin, serta jam lembur per orang. Kenaikan keluaran yang datang bersama bertambahnya keluhan punggung, atau tangan yang masuk ke balik pelindung, sebenarnya sedang meminjam dari kuartal berikutnya.
Peran Nusa Safety
Asesmen Ergonomi dan Lingkungan Kerja mengukur postur, pencahayaan, kebisingan, dan tekanan panas dengan acuan Permenaker Nomor 5 Tahun 2018. Pelatihan Ergonomi Terapan membekali pengawas dan tim K3 untuk menilai sendiri stasiun kerja di area mereka. Asesmen Keselamatan Mesin memeriksa pelindung dan titik isolasi pada mesin yang paling sering berhenti sebentar-sebentar.
Untuk sisi kompetensi, Pengembangan Modul Pelatihan mengubah prosedur perusahaan Anda menjadi cara kerja baku, matriks keterampilan, dan alat asesmen. LOTO Simulator memberi pekerja tempat berlatih langkah isolasi di layar, dan Simulator Keselamatan Digital dapat disesuaikan dengan peralatan Anda sendiri. Nusa Safety tidak menerbitkan sertifikat dan tidak memegang izin PJK3, sehingga program bersertifikat diselenggarakan bersama mitra PJK3 berizin. Untuk membicarakan kebutuhan lini atau lokasi kerja tertentu, silakan hubungi kami kapan saja.
Papan Tulis Itu Lagi
Program pendampingan Kemnaker masih berjalan sampai November, dan hasilnya belum diumumkan saat artikel ini ditulis. Titik berangkatnya sudah jelas dan sejalan dengan temuan telaah Ariyanto dan rekan, karena perbaikan dimulai dari pengukuran yang cermat dan dari orang-orang yang menjalankan pekerjaan.
Bayangkan kepala regu yang sama beberapa minggu lagi, berdiri di depan papan tulis yang sama sebelum sif pagi dimulai. Palet karton kini setinggi pinggang, sealer jauh lebih jarang macet, dan operator baru menjalankan changeover sementara seniornya cukup mengawasi dari samping. Rencana lembur hari Sabtu diam-diam hilang dari agenda rapat, dan tidak ada anggota regu yang merasa kehilangan.
Artikel ini adalah informasi umum dan bukan nasihat hukum, jadi silakan berkonsultasi dengan advokat untuk pertanyaan tentang penerapan peraturan tertentu di organisasi Anda.
Daftar Pustaka
- ANTARA. (2026, August). Menaker: Perbaikan tata kelola dan kompetensi tingkatkan produktivitas. ANTARA News. https://www.antaranews.com/berita/5708571/menaker-perbaikan-tata-kelola-dan-kompetensi-tingkatkan-produktivitas
- ANTARA. (2026, October 17). Menaker: Pembangunan ketenagakerjaan berorientasi pada produktivitas. ANTARA News. https://www.antaranews.com/berita/5793661/menaker-pembangunan-ketenagakerjaan-berorientasi-pada-produktivitas
- Ariyanto, J., Jannah, F., & Raharjo, A. (2026). Ergonomi partisipatif dalam meningkatkan ketahanan kesehatan dan produktivitas pekerja, sistematik literatur review. Jurnal Promotif Preventif, 9(2), 158-176. https://doi.org/10.47650/jpp.v9i2.2492
- International Labour Office & International Ergonomics Association. (2010). Ergonomic checkpoints: Practical and easy-to-implement solutions for improving safety, health and working conditions (2nd ed.). International Labour Office.
- Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja.
- Liputan6. (2025, November). Produktivitas pekerja Indonesia 10% di bawah rata-rata ASEAN. https://www.liputan6.com/bisnis/read/6207834/produktivitas-pekerja-indonesia-10-di-bawah-rata-rata-asean
- Nakajima, S. (1988). Introduction to TPM: Total productive maintenance. Productivity Press.
- Ohno, T. (1988). Toyota production system: Beyond large-scale production. Productivity Press.
- Pasardana. (2026, September 16). Menaker: Adopsi AI harus berorientasi pada manusia dan tingkatkan produktivitas. https://pasardana.id/news/2026/9/16/menaker-adopsi-ai-harus-berorientasi-pada-manusia-dan-tingkatkan-produktivitas
- Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional.
- RRI. (2026, August 24). Govt boosts company productivity to strengthen Indonesia's competitiveness. Radio Republik Indonesia. https://rri.co.id/en/national/2674868/govt-boosts-company-productivity-to-strengthen-indonesias-competitiveness