SISTEM AKTIF · SEN–SAB 08.00–17.00 WIB Instagram LinkedIn

Melindungi Galian Musim Hujan

Perbandingan tiga cara melindungi pekerja di galian, yaitu kemiringan, penyangga, dan perisai, beserta pengaruh hujan dan genangan air terhadap pilihannya.

Oleh M. Reza Huzain, SKM, MKKK 3 menit baca

A vertical-walled pit dug for a municipal water pipe, with water pooled at the bottom and plant roots along the upper edge
Foto: Wikimedia Commons, SATELITBM (CC BY-SA 4.0)
Daftar isi
  1. Mengapa Hujan Berpengaruh
  2. Kriteria Pembanding
  3. Kemiringan dan Berundak
  4. Penyangga Dinding
  5. Perisai Galian
  6. Air dan Inspeksi
  7. Peran Nusa Safety

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan awal musim hujan 2023/2024 di sebagian besar Indonesia jatuh pada Oktober sampai Desember 2023, yaitu di 477 dari 699 zona musim atau 68,24 persen. Puncak musim hujan di sebagian besar wilayah diprakirakan terjadi pada Januari dan Februari 2024, di 385 zona musim atau 55,08 persen (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika [BMKG], 2023).

Bagi proyek konstruksi, pekan-pekan ini adalah masa ketika galian fondasi, saluran, dan pipa paling sering diuji air. Tulisan ini membandingkan tiga cara melindungi pekerja di dalam galian, yaitu kemiringan, penyangga, dan perisai, dengan kriteria yang dapat diterapkan di lapangan.

Mengapa Hujan Berpengaruh

Hujan yang meresap ke tanah mengubah perilaku dinding galian. Dalam kajian parametrik terhadap lereng tanah homogen, Rahardjo et al. (2007) menemukan bahwa sifat tanah dan intensitas hujan adalah faktor utama ketidakstabilan lereng akibat hujan, sedangkan letak muka air tanah awal dan geometri lereng berperan sekunder. Mereka juga menemukan ada ambang intensitas hujan yang menghasilkan faktor keamanan terendah untuk durasi hujan tertentu. Penelitian ini membahas lereng alami, bukan galian sempit, sehingga kami memakainya sebagai dasar mekanisme, bukan sebagai angka desain.

Kriteria Pembanding

Sebagai pembanding teknis, kami memakai aturan keselamatan galian dari Amerika Serikat karena rinci dan terbuka, bukan karena aturan itu mengikat di Indonesia. Menurut aturan tersebut, setiap pekerja di galian harus dilindungi dari keruntuhan dengan sistem pelindung yang memadai, kecuali galian seluruhnya di batuan stabil, atau galian kurang dari 1,52 m yang menurut pemeriksaan orang yang kompeten tidak menunjukkan tanda runtuh (Occupational Safety and Health Administration [OSHA], 2023b). Empat kriteria dipakai di sini: ruang yang tersedia, kebutuhan desain, ketahanan terhadap hujan dan genangan, serta paparan pekerja saat pemasangan.

Kemiringan dan Berundak

Dinding galian dibuat landai atau bertangga. Pilihan paling sederhana adalah kemiringan tidak lebih curam dari 1,5 horizontal banding 1 vertikal atau 34 derajat, tanpa perlu klasifikasi tanah. Kemiringan yang lebih curam boleh dipakai bila ditentukan dari klasifikasi tanah, data tabulasi, atau desain insinyur profesional terdaftar (OSHA, 2023b).

Kelebihannya, tidak ada peralatan yang harus dipasang dan pekerja tidak terpapar saat pemasangan. Kekurangannya, cara ini memerlukan ruang yang lebar dan volume galian yang besar. Menurut penilaian kami, risikonya di musim hujan adalah klasifikasi tanah yang dibuat saat tanah kering tidak lagi berlaku setelah tanah jenuh air.

Penyangga Dinding

Penyangga menahan dinding galian dengan kayu atau penyangga hidrolik aluminium. Desainnya mengikuti tabel standar, data tabulasi pabrikan, atau desain insinyur, dan penyimpangan dari spesifikasi pabrikan memerlukan persetujuan tertulis (OSHA, 2023b). Kelebihannya, cocok untuk ruang sempit di tepi jalan atau dekat bangunan. Kekurangannya, pekerja dapat terpapar saat memasang dan membongkar penyangga, dan beban tambahan dari tanah jenuh air harus sudah diperhitungkan dalam desainnya.

Perisai Galian

Perisai, atau kotak galian, tidak mencegah dinding runtuh, melainkan melindungi pekerja di dalamnya. Perisai tidak boleh dibebani melebihi kapasitas desain, harus dipasang agar tidak bergeser bila terkena beban samping mendadak, dan tidak boleh berisi pekerja saat dipasang, dilepas, atau dipindahkan vertikal. Penggalian sampai 0,61 m di bawah dasar perisai hanya diperbolehkan bila perisai dirancang menahan gaya untuk seluruh kedalaman galian (OSHA, 2023b). Kelebihannya cepat dipindahkan untuk galian memanjang seperti jalur pipa. Kekurangannya, pekerja yang keluar dari area perisai kembali terpapar.

Air dan Inspeksi

Apa pun sistemnya, dua ketentuan menjadi penentu di musim hujan. Pekerja tidak boleh bekerja di galian yang tergenang atau sedang terisi air tanpa pengamanan memadai, misalnya penyangga atau perisai khusus, pemompaan yang diawasi orang yang kompeten, atau tali pengaman. Galian, area sekitarnya, dan sistem pelindung harus diinspeksi orang yang kompeten setiap hari sebelum kerja, selama giliran kerja bila perlu, dan setelah setiap hujan badai atau kejadian lain yang menambah bahaya (OSHA, 2023a).

Di Indonesia, kerangka yang sejalan sudah tersedia. Permen PUPR 10/2021 mewajibkan Analisis Keselamatan Konstruksi (AKK) untuk pekerjaan berisiko sedang, besar, dan pekerjaan khusus (Pasal 26), dan menjadikan rencana metode kerja, AKK, serta rencana pemeriksaan dan pengujian sebagai bagian dari persyaratan izin kerja (Pasal 27). Menurut kami, cara paling sederhana adalah menuliskan "inspeksi galian setelah hujan" dan batas genangan sebagai syarat izin kerja harian, bukan sekadar catatan di AKK (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, 2021).

Peran Nusa Safety

Nusa Safety membantu tim proyek menyusun AKK dan izin kerja galian yang memperhitungkan hujan dan genangan melalui Workshop Penilaian Risiko dan JSA, serta menyusun prosedur inspeksi galian harian lewat Penyusunan SOP dan Pedoman Teknis.

Artikel ini adalah informasi umum dan bukan nasihat hukum atau profesional untuk kasus tertentu.

Daftar Pustaka

  1. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (2023, September 28). Prakiraan musim hujan 2023/2024 di Indonesia [2023/2024 rainy season forecast for Indonesia]. https://www.bmkg.go.id/iklim/prediksi-musim/prakiraan-musim-hujan-2023-2024-di-indonesia-2
  2. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2021). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi [Minister of Public Works and Housing Regulation No. 10 of 2021 on Construction Safety Management System Guidelines]. https://pasal.id/peraturan/permen/permen-pupr-no-10-tahun-2021
  3. Occupational Safety and Health Administration. (2023a). 29 CFR 1926.651 Specific excavation requirements. Electronic Code of Federal Regulations (version as of 1 December 2023). https://www.ecfr.gov/on/2023-12-01/title-29/section-1926.651
  4. Occupational Safety and Health Administration. (2023b). 29 CFR 1926.652 Requirements for protective systems. Electronic Code of Federal Regulations (version as of 1 December 2023). https://www.ecfr.gov/on/2023-12-01/title-29/section-1926.652
  5. Rahardjo, H., Ong, T. H., Rezaur, R. B., & Leong, E. C. (2007). Factors controlling instability of homogeneous soil slopes under rainfall. Journal of Geotechnical and Geoenvironmental Engineering, 133(12), 1532-1543. https://doi.org/10.1061/(ASCE)1090-0241(2007)133:12(1532)

AMBIL LANGKAH BERIKUTNYA

Diskusikan Topik Ini Bersama Kami

CTA // KAPAN PUN ANDA SIAP

Naikkan Standar Keselamatan di Tempat Kerja Anda.

Konsultasi pertama tidak dipungut biaya. Ceritakan persoalan Anda, dan tim kami akan menjawab dengan langkah yang jelas, bukan jargon.