Pada 16 September 2026, International Organization for Standardization menerbitkan ISO 9001:2026, revisi menyeluruh pertama atas standar sistem manajemen mutu sejak 2015 (LRQA, 2026). Bagi banyak perusahaan manufaktur PMA di Indonesia, ISO 9001 hanya sukarela di atas kertas. Standar ini tercantum dalam kebijakan induk perusahaan, perjanjian pasokan, dan persyaratan tender, dan kerap menjadi bagian dari bukti dalam sertifikasi produk untuk SNI wajib. Karena itu, terbitnya edisi baru memulai hitungan waktu yang tidak dapat diabaikan oleh tim mutu dan pengadaan.
Revisi ini terbit pada tahun yang juga memperlihatkan seberapa jauh kegagalan mutu dapat menjalar. Sejak akhir 2024 hingga akhir 2025, satu bahan baku tercemar dari satu pemasok masuk ke susu formula bayi yang beredar di 99 negara dan wilayah, termasuk Indonesia. Artikel ini membahas kedua peristiwa itu bersama-sama. Edisi 2026 mendorong organisasi ke arah budaya mutu dan cara berpikir risiko yang lebih tajam. Klausul-klausul itu baru berarti bila ditopang penjaminan mutu dan pengendalian mutu yang disiplin, di lantai produksi dan di sepanjang rantai pasok.
Latar belakang: posisi ISO 9001 dalam konteks Indonesia
Edisi 2015 ISO 9001 memperkenalkan struktur klausul yang diselaraskan dengan standar sistem manajemen lain dan menggantikan klausul tindakan pencegahan dengan pemikiran berbasis risiko (International Organization for Standardization, 2015). Pada Februari 2024, sebuah amendemen menambahkan kewajiban bagi organisasi untuk menimbang apakah perubahan iklim merupakan isu yang relevan dan apakah pihak berkepentingan memiliki persyaratan terkait iklim (International Organization for Standardization, 2024).
Di Indonesia, standardisasi dan penilaian kesesuaian diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2014. Dalam kerangka ini, Badan Standardisasi Nasional (BSN) mengadopsi standar internasional menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI), sedangkan Komite Akreditasi Nasional (KAN) mengakreditasi lembaga penilaian kesesuaian (Republik Indonesia, 2014). ISO 9001:2015 digunakan secara nasional sebagai SNI ISO 9001:2015.
Kaitannya dengan SNI wajib bersifat praktis. Skema sertifikasi produk untuk SNI wajib banyak mengikuti sertifikasi tipe 5 menurut ISO/IEC 17067, yang memadukan audit sistem manajemen dan proses produksi di pabrik dengan pengujian contoh sebelum Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT SNI) diterbitkan (IAPMO, t.t.). Dokumen skema semacam ini mensyaratkan penerapan sistem manajemen mutu berdasarkan SNI ISO 9001:2015 dan revisinya, atau sistem manajemen mutu lain yang diakui (IAPMO, t.t.). Rumusan persyaratannya berbeda antarskema, sehingga perlu dibaca pada skema yang berlaku bagi setiap produk. Artinya, cepat atau lambat perubahan ISO 9001 akan sampai pada bukti yang diajukan kepada lembaga sertifikasi produk.
Sertifikat menggambarkan sistem, bukan hasil, dan kasus susu formula bayi memperlihatkan jarak di antara keduanya. Nestlé pertama kali menemukan cereulide, toksin tahan panas yang dihasilkan Bacillus cereus, pada produk di pabriknya di Nunspeet, Belanda, pada akhir November 2025. Analisis lanjutan atas 65 bets minyak asam arakidonat (ARA) yang diterima dari produsen di Tiongkok antara April 2023 dan Oktober 2025 menelusuri pencemaran hingga Oktober 2024, dengan kadar tertinggi pada pengiriman Juli 2025 (Food Safety News, 2026). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa produk terdampak menjangkau 99 negara dan wilayah, bahwa 144 kasus suspek dan terkonfirmasi dilaporkan di sepuluh negara antara 1 Januari dan 25 Februari 2026, dan bahwa akar masalahnya secara utuh masih diselidiki (World Health Organization, 2026).
Di dalam negeri, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bertindak pada 14 Januari 2026 setelah menerima peringatan internasional. BPOM memerintahkan PT Nestlé Indonesia menghentikan distribusi dan untuk sementara menghentikan impor dua bets S-26 Promil Gold pHPro 1, walaupun pengujian laboratorium BPOM sendiri tidak mendeteksi cereulide pada sampel. Pertimbangannya adalah kerentanan bayi (Badan Pengawas Obat dan Makanan, 2026; Bisnis.com, 2026). Pada Juli 2026, Food and Drug Administration Amerika Serikat menyurati produsen susu formula bayi dan mitra rantai pasoknya, menegaskan harapan agar produsen melakukan pengawasan substantif terhadap pemasok, termasuk audit dan kegiatan verifikasi pemasok (U.S. Food and Drug Administration, 2026). Pelajarannya berlaku juga di luar industri pangan. Bahan baku yang tercemar terus dikirim selama kira-kira satu tahun sebelum tertangkap di hilir. Itu persoalan cara risiko bahan masuk dinilai dan diverifikasi, dan prosedur tertulis yang rapi tidak menjawabnya dengan sendirinya.
Isu terkini: apa yang berubah dalam ISO 9001:2026
ISO menyebut pembaruan ini bersifat terarah, berfokus pada kejelasan dan kemudahan penerapan, dan bukan penulisan ulang (International Organization for Standardization, 2026). Berdasarkan ringkasan yang telah dipublikasikan, perubahan utamanya sebagai berikut. Rujukan nomor klausul perlu dipastikan pada naskah resmi standar yang dibeli.

- Budaya mutu dan perilaku etis. Manajemen puncak diharapkan mendorong dan menunjukkan budaya mutu serta perilaku etis, dan seluruh personel diharapkan memahaminya. Ringkasan ANSI menggambarkannya sebagai pimpinan yang memberi teladan kejujuran dan mendorong orang untuk bersuara (Schirn, 2026).
- Risiko dan peluang diperlakukan terpisah. Perencanaan kini menangani risiko dan peluang sebagai pertimbangan yang berbeda, sehingga organisasi mencari peluang perbaikan dengan kesungguhan yang sama seperti saat mengelola ancaman, termasuk ketika mengadopsi teknologi baru (Schirn, 2026).
- Perubahan iklim terintegrasi. Amendemen iklim 2024 dibawa ke dalam klausul konteks organisasi pada edisi baru (International Organization for Standardization, 2024).
- Lampiran A yang baru dan bersifat informatif. Lampiran ini menjelaskan istilah, struktur, dan maksud persyaratan, sehingga diharapkan mengurangi perbedaan tafsir (Schirn, 2026).
Mengenai waktu, LRQA menyatakan bahwa organisasi bersertifikat ISO 9001:2015 memiliki masa transisi tiga tahun hingga 30 September 2029. Setelah tanggal itu, sertifikat edisi 2015 kedaluwarsa atau dicabut, sedangkan selama masa transisi sertifikat yang ada tetap berlaku (LRQA, 2026). DQS menambahkan bahwa aturan transisi yang mengikat ditetapkan oleh Global Accreditation Cooperation (Global ACI), lembaga yang mengambil alih peran International Accreditation Forum, dan bahwa sertifikasi terhadap edisi 2015 hanya tersedia untuk jangka waktu terbatas (DQS, 2026). Lembaga sertifikasi dapat menetapkan batas waktu sendiri untuk penerbitan sertifikat baru terhadap edisi 2015, sehingga tanggalnya perlu dipastikan kepada lembaga sertifikasi masing-masing. Hingga artikel ini ditulis, kami belum menemukan informasi publik tentang kapan BSN akan mengadopsi edisi 2026 sebagai SNI, atau bagaimana skema sertifikasi produk akan merujuknya.
Dua perubahan substantif itu menyentuh langsung pola kegagalan di atas. Lapis deteksi pertama adalah budaya yang membuat operator, analis laboratorium, atau staf pembelian berani melaporkan kejanggalan sejak dini, dan dihargai karenanya. Lapis kedua adalah proses risiko yang terus memperbarui analisis risiko pemasok, alih-alih formulir yang diisi sekali lalu disimpan. Bahayanya, keduanya berhenti di dokumen: satu kalimat tambahan dalam kebijakan mutu dan register risiko yang hanya berganti nama.
Rekomendasi: memberi isi pada klausul baru
- Mulailah transisi dengan analisis kesenjangan per klausul terhadap teks 2026, dan sepakati jadwal audit transisi dengan lembaga sertifikasi sejak awal. LRQA mencatat bahwa kapasitas audit biasanya paling terbatas pada tahun terakhir masa transisi (LRQA, 2026).
- Jadikan budaya mutu dapat diamati. Hitung dan tinjau beberapa perilaku, misalnya jumlah penahanan produk yang diajukan operator, waktu dari ditemukannya kejanggalan hingga eskalasi, dan proporsi ketidaksesuaian yang ditemukan lini depan dibandingkan yang ditemukan pelanggan.
- Pisahkan register risiko dari register peluang, lalu hubungkan keduanya dengan analisis proses. FMEA proses yang mengikuti pendekatan AIAG dan VDA memberi kedalaman teknis pada register dan menunjukkan titik pengendalian yang lemah (AIAG & VDA, 2019).
- Terjemahkan hasil FMEA ke dalam rencana kendali yang menetapkan, untuk setiap karakteristik kritis, metode, ukuran sampel, frekuensi, dan rencana reaksi.
- Terapkan pengendalian proses statistik pada karakteristik kritis. Peta kendali dan indeks kapabilitas membedakan variasi penyebab umum dari variasi penyebab khusus (Montgomery, 2019). Dua studi di Indonesia memperlihatkan pemaduan alat-alat ini dalam praktik. Pada proses pewarnaan furnitur, SPC dan FMEA dipakai bersama untuk memantau kestabilan proses dan memprioritaskan moda kegagalan (Fadhil & Khoiroh, 2025). Pada manufaktur komponen kereta api, FMEA atas data ketidaksesuaian mengidentifikasi delapan cacat dengan angka prioritas risiko di atas batas kritis 209, dan analisis pohon kegagalan menelusurinya terutama ke faktor material dan personel (Prastyabudi et al., 2024).
- Kelola pemasok berdasarkan risiko. Audit langsung pemasok dengan konsekuensi kegagalan tinggi, verifikasi bahan masuk yang kritis melalui pengujian independen dan tidak hanya bersandar pada sertifikat analisis, wajibkan pemberitahuan perubahan sumber bahan, dan uji ketertelusuran lot melalui simulasi penarikan.
- Tutup siklus melalui CAPA. Akar masalah harus didukung bukti, tindakan harus memiliki penanggung jawab dan tenggat, dan efektivitasnya diverifikasi sebelum ditutup.
- Jaga integritas pengukuran melalui kalibrasi dan analisis sistem pengukuran, agar data SPC dapat dipercaya.
- Gunakan tinjauan manajemen untuk mengambil keputusan. Satukan indikator budaya mutu, kinerja pemasok, peluang, dan rencana transisi dalam satu rapat, lalu catat keputusan yang diambil.

Kaitan dengan layanan Nusa Safety
Sebagian langkah tersebut termasuk dalam pekerjaan yang sudah dijalankan Nusa Safety. Layanan asesmen kesenjangan dan audit internal ISO dapat mengukur jarak antara sistem yang ada dan persyaratan edisi 2026, sedangkan konsultasi sistem manajemen ISO terintegrasi membantu organisasi yang menjalankan ISO 9001 bersama ISO 14001 dan ISO 45001 merencanakan satu transisi untuk ketiganya. Rencana reaksi hanya berjalan bila ditulis untuk orang yang memakainya, dan itulah tujuan layanan penyusunan juknis dan SOP. Pelatihan investigasi insiden dan RCA membangun keterampilan analisis akar masalah yang dibutuhkan CAPA, dan digitalisasi HSE dapat memindahkan catatan inspeksi dari lembar kerja ke sistem yang lebih tertata.
Dari sisi digital, APEX Risk memungkinkan tim menjalankan FMEA dan metode penilaian lain di dalam proyek, lalu membawa setiap temuan ke register risiko korporat dan register tindakan perbaikan lengkap dengan penanggung jawab dan target. Tinjauan manajemen pun bekerja dari satu gambaran yang mutakhir, tidak dari berkas yang tersebar.
Sertifikasi diberikan oleh lembaga sertifikasi independen yang dipilih klien. Nusa Safety menyiapkan sistem dan orangnya, tetapi bukan lembaga sertifikasi dan tidak menyertifikasi sistem manajemen. Program pelatihan bersertifikat diselenggarakan bersama mitra berizin.
Kesimpulan
ISO 9001:2026 meminta pimpinan membuktikan komitmen terhadap budaya mutu dan perilaku etis melalui tindakan, serta memperlakukan risiko dan peluang sebagai keputusan yang terpisah. Kedua arah ini tepat, dan masa transisi tiga tahun memberi cukup waktu untuk menerapkannya dengan benar. Kasus penarikan susu formula bayi memperlihatkan apa yang dipertaruhkan bila semua itu hanya hidup di atas kertas: kegagalan satu pemasok luput terdeteksi selama berbulan-bulan dan melintasi batas negara sebelum tertangkap di hilir, sementara regulator, termasuk BPOM, harus bertindak atas dasar kehati-hatian. Perusahaan manufaktur di Indonesia yang memanfaatkan masa transisi untuk memperkuat FMEA, rencana kendali, SPC, verifikasi pemasok, dan CAPA akan memperoleh sertifikat yang diperbarui sekaligus sistem yang mendeteksi masalah lebih awal. Dari keduanya, sertifikat adalah hasil yang lebih kecil.
Artikel ini berisi informasi umum dan bukan nasihat hukum. Untuk pertanyaan tentang penerapan peraturan tertentu pada perusahaan Anda, silakan berkonsultasi dengan advokat yang kompeten.
Daftar Pustaka
- AIAG & VDA. (2019). Failure mode and effects analysis: FMEA handbook (1st ed.). Automotive Industry Action Group.
- Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2026, January 14). Penarikan produk formula bayi impor [Penjelasan publik]. https://www.pom.go.id/penjelasan-publik/penarikan-produk-formula-bayi-impor
- Bisnis.com. (2026, January 14). BPOM perintahkan Nestle tarik susu bayi terkait toksin cereulide. https://ekonomi.bisnis.com/read/20260114/12/1944198/bpom-perintahkan-nestle-tarik-susu-bayi-terkait-toksin-cereulide
- DQS. (2026). ISO 9001:2026 telah hadir. https://www.dqsglobal.com/id/wawasan/blog/transisi-iso-9001-2026
- Fadhil, M. N., & Khoiroh, S. M. (2025). Analisis pengendalian kualitas produk furniture dengan metode SPC dan FMEA pada PT. Multi Manao Indonesia. Surya Teknika, 12(1), 430-438. https://doi.org/10.37859/jst.v12i1.9387
- Food Safety News. (2026, February 20). Infant formula contamination dates back to 2024. https://www.foodsafetynews.com/2026/02/infant-formula-contamination-dates-back-to-2024/
- IAPMO. (n.d.). Skema sertifikasi SS5-76 Rev01, SNI 594:2022 polipropilena. https://iapmo.org/media/5gxkxndl/ss5-76-rev01-sni-594-2022-polipropilena.pdf
- International Organization for Standardization. (2015). ISO 9001:2015 Quality management systems, requirements. ISO.
- International Organization for Standardization. (2024). ISO 9001:2015/Amd 1:2024 Quality management systems, requirements, amendment 1, climate action changes. ISO.
- International Organization for Standardization. (2026). ISO 9001:2026 Quality management systems, requirements. ISO. https://www.iso.org/9001
- LRQA. (2026, September 16). ISO 9001:2026 is live: The transition period has begun. https://www.lrqa.com/en/latest-news/iso-9001-2026-live/
- Montgomery, D. C. (2019). Introduction to statistical quality control (8th ed.). Wiley.
- Prastyabudi, W. A., Faharga, R. A., & Chandra, H. (2024). Systematic risk analysis of railway component quality: Integration of FMEA and FTA. Spektrum Industri, 22(2), 77-89. https://doi.org/10.12928/si.v22i2.223
- Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian.
- Schirn, A. (2026, October 2). What is new in the 2026 edition of ISO 9001? ANSI Blog. https://blog.ansi.org/ansi/iso-9001-2026-new-changes/
- U.S. Food and Drug Administration. (2026, July 13). FDA calls on infant formula industry to better safeguard against contaminants introduced through their supply chain. https://www.fda.gov/food/hfp-constituent-updates/fda-calls-infant-formula-industry-better-safeguard-against-contaminants-introduced-through-their
- World Health Organization. (2026, March 13). International food safety event: Infant formula and products containing arachidonic acid oil contaminated with cereulide toxin, multi-country. Disease Outbreak News. https://www.who.int/emergencies/disease-outbreak-news/item/2026-DON596